Jumat, 23 November 2012
Olokan Adalah Penyemangatku
Selasa, 20 November 2012
Sahabat Sejatimu
Savety Riding versi VioletDeeres
Pacar = Suami, Insya Allah
Ya aku adalah salah satu korban pacaran. Sepertinya belum lama aku jalan sana jalan sini, jalan sama si A, besoknya jalan sama si B, besoknya lagi jalan sama si C, dst. Di hari yang sama SMSan dan telfonan dengan mereka dan sama-sama sayang-sayangan. Aku anggap itu sebagai kesenangan duniawi. Ibarat kata itu mumpung masih muda, setianya nanti aja kalau sudah menikah. Namun apakah bisa segampang itu? Ternyata tidak. Lambat laun mereka menyadari bahwa mereka bukanlah satu-satunya, tapi anehnya mereka tidak juga minta putus seperti yang di sinetron-sinetron, tapi mereka berharap di pertahankan, kenapa? Lagi-lagi katanya karena cinta. Cinta dengan siapa? Dengan yang belum halal baginya. Dengan orang yang setiap saat bisa disahkan dengan orang lain. Pada saat mencoba setia ternyata sulit, karena masih saja ada perasaan khawatir akan terjadinya perselingkuhan seperti yang pernah aku lakukan. Jadi tak ada ketenangan dalam hubungan yang semu ini.
Dari situ aku berpikir. Aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan orang yang bukan hakku. Aku terlalu banyak berkorban demi orang yang bisa saja besok sudah tidak tersenyum untukku lagi. Atau bisa saja hari ini masih adem ayem tapi besoknya sudah saling menjelekkan satu sama lain. Aku mulai jenuh dengan hal-hal yang seperti itu, toh manusia memang tidak ada yang sempurna. Mau di cari sampai ujung dunia pun tak akan ada yang sesuai dengan harapan kita, seperti halnya aku sebagai manusia biasa yang sangat amat banyak kurangnya.
Komitmen semu dengan di bumbui kebohongan, entah sadar atau tidak manusia yang jatuh cinta lebih mengutamakan sang pacar dari pada keluarga, sahabat, bahkan orang tuanya. Walaupun terakhir sangat jelas ku ingat jika aku lebih suka mempermainkan perasaan mereka toh mereka masih saja dikuasai cinta semu itu. Tapi aku sudah lelah dengan komitmen semu itu, bagiku itu hanya pengekangan dari kebebasan berekspresi dan seseorang yang seenaknya mencampuri privasi serta ingin tau segala privasiku. Aku tak ingin lagi menyakiti kalian, aku tak ingin lagi mengumpulkan dosa-dosa bersama perasaan yang seharusnya jadi pondasi dalam membina keluarga. Seharusnya perasaan sesuci dan sesakral itu hanya diberikan kepada orang yang benar-benar halal untuk kita.
Solusinya? Aku tak memaksa kalian bisa menjalani atau tidak, tersiksa memang aku merasa sangat amat tersiksa bila harus menjauhi orang yang selama ini tersenyum untukku, menangis untukku, menghiburku saat aku sedih, tertawa bersamaku, bertengkar dengan masalah yang sama, aku merindukan sesosok makhluk yang Tuhan ciptakan itu. Tapi aku sadar betul apa resiko bila bertahan di posisi itu. Karena sekarang aku sedang berusaha untuk mengalihkan perhatianku pada hal-hal yang lebih bermanfaat lainnya. Lagipula aku juga mempunyai orang tua yang sangat mencintaiku, aku punya keluarga yang bisa menerimaku apa adanya, aku juga punya sahabat-sahabat yang selalu ada untukku saat suka maupun duka. Jadi apa yang di khawatirkan dengan tidak berpacaran? Dekatkan diri pada Allah dan Allah akan membuatmu senantiasa nyaman dengan syariatnya. Justru rasa aman dan nyamanlah yang akan muncul dari menghindari maksiat itu.
Sekarang yang ada di pikiranku adalah melanjutkan perjuangan di perguruan tinggi ini, mencari sekeping emas, dan berdoa agar Allah selalu memberikan jawaban yang bisa ku pahami atas segala tanyaku. Ya aku memang tidak pintar dalam menerka-nerka tujuan Allah memberikan jalan seperti ini padaku. Aku harus berpikir keras dan menangis semalaman untuk mengerti dan memahami apa yang sebenarnya ingin Allah tunjukkan padaku. Aku yakin bahwa Allah berikan yang terbaik untuk seluruh umatnya. Dan sekarang aku tidak perlu bimbang dengan segala yang berhubungan dengan pasangan, Allah sudah menyediakan seseorang yang istimewa dan terbaik untuk membimbingku dunia akhirat. Tak lagi ada keraguan. Sekarang keraguan telah berganti dengan keyakinan akan rencana Allah yang sangat amat indah melebihi apa yang manusia bayangkan. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alaamiin ^_^
Jumat, 23 Desember 2011
Ciri-ciri Fisik Anak Indigo
Sabtu, 17 Desember 2011
Ayah Perokok Picu Leukimia Pada Anak
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti Australia mengungkapkan, ayah perokok membantu anak menderita kanker leukimia hingga 15 persesn dibandingkan anak dengan ayah non-perokok.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Elizabeth Milne dari Telethon Institute for Child Health Reseacrh Australia yang melakukan survei terhadap keluarga-keluarga dari lebih 300 anak yang mengidap acute lymphoblastic leukimia (ALL).
Dalam penelitian, para peneliti mewawancarai partisipan mengenai kebiasaan merokok para orangtua mereka. Lantas, peneliti membandingkan kondisinya dengan keluarga dari 800 anak yang tidak mengidap leukimia.
Peneliti menemukan ibu perokok tidak memberikan dampak bagi pertumbuhan sel-sel kanker, namun ayah yang merokok justru memicu potensi anaknya mengidap kanker darah hingga 15 persen.
Tak hanya itu, tingkat risiko anak mengidap kanker akan naik menjadi 44 persen bila ayah merokok hingga 20 batang setiap harinya.
"Paparan tembakau dengan risiko kanker pada anak selalu diabaikan hingga saat ini. Sperma yang terdiri dari DNA rusak bisa mencapai dan menyuburkan ovum, yang bisa menyebabkan penyakit pada anak," ungkap Patricia Buffler, professor dari University of California, Berkeley.
Ayo, stop merokoknya!
(Berbagai Sumber)
Minum Berdiri dalam Pandangan Islam dan Kesehatan
Kesalahan Yang Sering Terjadi dalam Tindakan P3K Menurut Christopher P. Holstege, M.D. yang sering kita lakukan adalah :
1. Menoreh bekas luka gigitan hewan berbisa.
Cara salah : mengakibatkan putusnya tendon, urat syaraf dan meningkatkan resiko terkena infeksi.
Cara benar : sebaiknya cukup buat ikatan pada luka dengan disertai bidai atau ranting lalu segera bawa ke rumah sakit.
2. Mengoles mentega pada luka bakar.
Cara salah : dapat menyulitkan tindakan lebih lanjut oleh dokter dan meeningkatkan resiko terkena infeksi pada luka bakar.
Cara benar : dinginkan luka dengan air dingin, jaga kebersihan luka, dan menutupnya dengan kain bersih. Jangan memecahkan atau mengorek bagian luka yang melepuh. Luka bakar dengan kondisi melepuh yang parah harus segera dibawa ke rumah sakit.
3. Menghentikan pendarahan dengan membuat ikatan yang bisa dikencangkan dan dilonggarkan (torniquet) diatas luka yang mengalami pendarahan.
Cara salah : bisa menyebabkan rusaknya jaringan di daerah luka dan sekitar luka.
Cara benar : menutup luka langsung dengan kain kasa atau kain yang bersih kemudian dibalut dengan rapi dan cukup kencang. Bawa segera ke rumah sakit apabila pendarahan tidak berhenti.
4. Memberikan terapi panas pada kondisi keseleo, otot tegang, atau patah tulang.
Cara salah : dapat menyebabkan kondisi bengkak bahkan membuat proses penyembuhan menjadi makin lama.
Cara benar : dengan meletakan es pada bagian tubuh yang keseleo, otot tegang, atau patah tulang selama 10 menit dan biarkan tanpa es selama 10 menit dan seterusnya setiap 10 menit. Lakukan hal tersebut selama 1-2 hari.
5. Memindahkan korban tabrakan dari dalam mobil ke tempat lain.
Cara salah : dapat menyebabkan luka lebih parah. Pada kasus kecelakaan sepeda motor, membuka helm korban malah berpotensi menyebabkan lumpuh atau bahkan kematian.
Cara benar : biarkan korban hingga datangnya tim medis , hal ini dilakukan apabila kondisi mobil/ motor yang mengalami kecelakaan tersebut tidak terbakar atau kondisi berbahaya lainnya.
6. Mengucek mata ketika ada benda masuk ke mata.
Cara salah : tindakan tersebut bisa menyebabkan luka pada mata.
Cara benar : mencuci mata melalui air yang mengalir.
7. Menggunakan air panas untuk menolong mereka yang sangat kedinginan atau tubuhnya mulai membeku. Bahkan pada kondisi dimana jari - jari sudah mulai membeku, terkadang langsung direndam pada air panas.
Cara salah : bisa menyebabkan hal yang membahayakan tubuh.
Cara benar : cukup dengan mengunakan air yang cukup hangat atau menggunakan uap yang kering.
8. Mengosok tubuh dengan alkohol untuk mengurangi demam.
Cara salah : alkohol bisa menyerap kedalam tubuh dan menyebabkan keracunan terutama pada anak anak.
Cara benar : gunakan acetaminophen atau ibuprofen atau segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk demam yang sangat tinggi .