Libur kuliah sudah di depan mata,
hah di depan mata? Mana? Yang di depan mata masih saja tumpukan materi-materi
perkuliahan beserta tugas-tugasnya yang menggunung. Yah memang inilah takdir
mahasiswa dengan tugas yang tak henti-hentinya. Ceritanya dosen juga ngejar
materi biar memenuhi tugasnya semester ini mengajarkan satu buku. Satu buku
sudah di ajarkan dosen, tapi belum tentu satu bab pun yang bertengger lama
dalam ingatan mahasiswa. Lagi-lagi itulah istimewanya menjadi mahasiswa bisa
melupakan materi perkuliahan kapan saja.
Tapi lain lagi kalo sudah
membahas soal liburan. Semuanya menjadi antusias dan berbondong-bondong
mengumpulkan rupiah demi rupiah agar tercapainya liburan yang asyik bin
menyenangkan. Jangankan mahasiswa, bahkan di barat sana saat muda mereka
bekerja mati-matian dan menabung sebanyak-banyaknya demi memiliki masa tua yang
bahagia dan bisa keliling dunia. Wisss ini nih yang musti di contoh semangat
juangnya, inget semangat juangnya bukan yang lain. Coba saja jika yang didepan
mata adalah buku modul yang beratnya 1kg yang disarankan langsung oleh dosen,
mau semurah apapun buku itu seakan-akan tak rela mengeluarkan rupiah, iya pakenya
dollar soalnya.
Eits jangan salah, ada juga
mahasiswa yang rela ga liburan dengan jalan-jalan demi masa depan. Ini nih yang
patut di perhitungkan. Biasanya tipe-tipe mahasiswa yang seperti ini tapi dalam
lubuk hati yang terdalam masih ingin bersenang-senang akan milih bekerja di
taman-taman rekreasi, asalkan liat orang lain seneng mereka juga ikut seneng
gitu. Sedangkan yang bertekat bulat dan menegaskan bahwa ‘tidak ada tanggal
merah dan liburan dalam kalenderku’ maka ia akan mengisi liburannya tiap hari, tiap jam, tiap menit,
tiap detik dengan rencana masa depan. Wis pasangan idaman tuh yang seperti itu.
Tapi, masa depan yang bukan cuma di dunia loh, inget masa depan yang abadi ada
di akhirat.
Jaman sekarang terlebih di
ibukota Indonesia ini rekreasi dengan berbagai macam bentuk telah tersedia dan
akan selalu sangat amat ramai jika di hari-hari libur. Tapi saat sedang
berrekreasi ingatkah kamu dengan ibadahmu? Ini nih yang berat pake banget. Biasanya
kalo udah asyik sama acara jalan-jalannya suka lupa waktu sampai nggak makan,
nggak istirahat, yang paling parah nggak ibadah. Wah kalo seperti itu liburannya
nanti malah nggak berkah dong. Ditambah lagi sulitnya mencari sarana ibadah
yang memadai di kawasan-kawasan rekreasi itu.
Contohnya curhat dikit nih
pengalaman pribadi di sebuah tempat rekreasi paling ternama sedunia eh se-Indonesia
deng. Musholanya ada tapi sangking imutnya jadi dicampur antara ikhwan dan
akhwat, nggak ada sekat dan jarak, udah gitu tempah wudhunya terbuka. Sedangkan
kami memaksakan untuk wudhu di toilet dimana antrian di toilet sangat panjang,
sebenernya tidak tega untuk terpaksa berlama-lama di dalam, tapi apa daya
seperti itulah kondisinya. Itu masih mending ada mushola, jadi syukuri saja.
Sekarang bagaimanakah liburan
yang menyenangkan, bermanfaat dan tidak melupakan ibadah? Banyak juga
pilihannya, salah satunya adalah melakukan hobi yang nggak sempet dilakukan
pada saat hari-hari kuliah, contohnya tidur siang waduh itu bukan hobi. Siapa bilang
bukan hobi? Yaudah ganti deh contohnya merangkai huruf demi huruf hingga
membentuk kata demi kata hingga menjadi kalimat demi kalimat hingga terbentuk paragraf
demi paragraf dan jadilah tulisan ini. Ini hobiku, apa hobimu? Hayo apa hobimu.
Tapi biar nggak lupa sama ibadah
yang jika kita sudah asyik kadang jadi lupa waktu lebih baik pasang alarm atau
aplikasi pengingat sholat di gadget kita. Kalo perlu jangan cuma satu gadget
tapi sebanyak-banyaknya biar tidak melewatkan satupun waktu ibadah wajibmu. Biarlah
orang berkata fanatik, biarlah orang berkata lebay, yang penting ibadah nggak
lupa.